Perkembangan Financial Technology Terkait Central Bank Digital Currency (CBDC) Terhadap Transmisi Kebijakan Moneter Dan Makroekonomi
Berry A. Harahap (),
Pakasa Bary,
Anggita Cinditya M. Kusuma () and
Robbi Nur Rakhman
Additional contact information
Berry A. Harahap: Bank Indonesia
Anggita Cinditya M. Kusuma: Bank Indonesia
Robbi Nur Rakhman: Bank Indonesia
No WP/2/2017, Working Papers from Bank Indonesia
Abstract:
Sektor keuangan merupakan sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian dan terus mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Inovasi dalam sektor keuangan dikenal dengan istilah financial technology (fintech). Salah satu jenis fintech yang dipercaya akan mengubah masa depan industri keuangan global adalah blockchain, yang kemudian menjadi dasar dari berkembangnya konsep digital currency. Penelitian ini mencakup dampak dari fintech, terutama terkait central bank digital currency (CBDC), terhadap transmisi kebijakan moneter dan makroekonomi. Analisis empiris dilakukan sebagai pendalaman penelitian sebelumnya dengan regresi panel data untuk memperkirakan dampak fintech terhadap velositas uang. Di samping itu, digunakan pendekatan teoretis dan analisis CGE untuk mengetahui dampak perkembangan CBDC sebagai bagian dari fintech terhadap transmisi kebijakan moneter dan makroekonomi, lebih lanjut dilakukan benchmarking pada negara Singapura untuk dapat lebih memahami perkembangan fintech di Singapura dan kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh bank sentral Singapura terkait perkembangan fintech dan CBDC. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara teoretis implementasi CBDC dengan mekanisme akses langsung (direct access) dapat meningkatkan suku bunga deposito. Namun, transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga terindikasi berjalan lebih sensitif pascaimplementasi CBDC, kemudian berdasarkan analisis CGE, peran CBDC dalam mendukung keseluruhan ekonomi digital dengan asumsi peningkatan produktivitas pada sector restoran dan output pada sektor telekomunikasi berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional rata-rata sebesar 0,09% per tahun. Sementara itu, hasil benchmarking di Singapura menunjukkan bahwa penggunaan teknologi DLT yang terbatas pada transaksi antarbank tidak berdampak pada pencetakan uang kertas dan logam.
Keywords: Financial Technology; Central Bank Digital Currency; Blockchain (search for similar items in EconPapers)
JEL-codes: E20 G20 N20 (search for similar items in EconPapers)
Pages: 81 pages
Date: 2017
References: Add references at CitEc
Citations: View citations in EconPapers (4)
Downloads: (external link)
http://publication-bi.org/repec/idn/wpaper/WP022017.pdf First version, 2017 (application/pdf)
Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.
Export reference: BibTeX
RIS (EndNote, ProCite, RefMan)
HTML/Text
Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:idn:wpaper:wp022017
Access Statistics for this paper
More papers in Working Papers from Bank Indonesia Contact information at EDIRC.
Bibliographic data for series maintained by Lutzardo Tobing ( this e-mail address is bad, please contact ) and Jimmy Kathon ().