EconPapers    
Economics at your fingertips  
 

PERILAKU PENETAPAN HARGA PERUSAHAAN BESAR DAN USAHA MIKRO DAN KECIL DI JABOTABEK (SURVEI PENDAHULUAN)

Fiskara Indawan, Ali Sakti and Alvina Rahmawati Meliala

No WP/12/2020, Working Papers from Bank Indonesia

Abstract: Penelitian ini secara umum bertujuan untuk menginvestigasi perilaku penetapan harga produk (price setting behavior) bagi pelaku ekonomi di Indonesia serta pembuktian di tingkat mikro terkait fenomena makro nominal rigidities. Penelitian menggunakan pendekatan survei pada produsen khususnya pada pelaku perusahaan besar di sektor tekstil dan bahan makanan dan minuman, dan pelaku usaha mikro dan kecil di sektor makanan. Kajian ini melakukan survei pada empat aspek dari lingkungan usaha, yaitu struktur pasar, kebijakan harga, faktor-faktor penentu perubahan harga dan faktor-faktor yang menghambat penyesuaian harga(price stickiness). Kajian awal ini pada perusahaan besar menemukan bahwa perusahaan memiliki kebebasan dalam menentukan harga dari produk yang dipasarkan (price setter), beroperasi pada pasar yang berorientasi ekspor dan competitive market. Perusahaan telah menerapkan forward looking price setting sebagai strategi kebijakan harga. Biaya tenaga kerja dan biaya bahan baku menjadi faktor penting yang dipertimbangkan pada saat kenaikan harga, sementara biayabahan baku dan biaya listrik dan bahan bakar menjadi faktor penting bagi penurunan harga. Pada saat pandemi, perusahaan memperhatikan demand factorbaik pada saat akan menaikkan ataupun menurunkan harga produk. Faktor utama yang menyebabkan price stickiness pada saat harga naik di kondisi normal (sebelum pandemi) yaitu hubungan dengan konsumen (implicit contract), membutuhkan biaya pengumpulan informasi yang banyak (information cost) dan harga hanya naik apabila terdapat kenaikan harga yang besar (pricing point). Sementara price stickiness pada harga yang turun di kondisi normal (sebelum pandemi) adalah information cost, pricing point dan pesaing tidak menurunkan harga (coordination failure). Pada saat pandemi, faktor price stickiness pada saat harga naik dan turun adalah coordination failure. Sementara pada pengusaha UMK juga merupakan price setter. Berbeda dengan perusahaan besar, pengusaha UMK masih menerapkan backward looking price setting behavior. Faktor utama yang dipertimbangkan dalam penetapan harga adalah biaya bahan baku. Sementara itu pengusaha UMK akan cepat merespon kurang dari 1 bulan apabila terjadi lonjakan kenaikan biaya bahan baku apabila terjadi kenaikan harga, sebaliknya pada saat harga turun, responden akan cepat merespon apabila harga pesaing juga turun. Faktor yang menyebabkan penundaan harga adalah implicit contract.

Keywords: price setting; pricing policy; price changes; price adjustments (search for similar items in EconPapers)
Pages: 39 pages
Date: 2020
New Economics Papers: this item is included in nep-sea
References: Add references at CitEc
Citations: View citations in EconPapers (1)

Downloads: (external link)
https://publication-bi.org/repec/idn/wpaper/WP122020.pdf First version, 2020 (application/pdf)

Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.

Export reference: BibTeX RIS (EndNote, ProCite, RefMan) HTML/Text

Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:idn:wpaper:wp122020

Access Statistics for this paper

More papers in Working Papers from Bank Indonesia Contact information at EDIRC.
Bibliographic data for series maintained by Shinta Fitrianti () and Jimmy Kathon ().

 
Page updated 2026-04-28
Handle: RePEc:idn:wpaper:wp122020