EconPapers    
Economics at your fingertips  
 

Pemetaan dan Perencanaan Sanitasi Kota Yogyakarta

Mohammad Isnaini Sadali and Agustina Setyaningrum

No yq36v, INA-Rxiv from Center for Open Science

Abstract: Millenium Development Goals (MDGs) menempatkan manusia sebagai fokus utama pembangunan yang mencakup kelestarian lingkungan. Salah satu target yang harus dicapai adalah akses berkelanjutan terhadap air minum layak serta akses terhadap sanitasi layak di perkotaan dan perdesaan. Salah satu upaya untuk meningkatkan akses terhadap sanitasi layak Kota Yogyakarta mengadopsi Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman (PPSP). Tujuan pertama dari penelitian ini adalah memetakan area beresiko berdasarkan tingkat resiko sanitasi. Proses penentuan area beresiko terhadap kondisi sanitasi dilakukan melalui Indeks Resiko (Risk Index), skoring dan pembobotan, analisis frekuensi (mean weighted) serta diskusi kelompok terfokus (FGD). Penetapan area beresiko dilakukan berdasarkan kriteria: (1) Kepadatan penduduk, (2) Tingkat kemiskinan, (3) Kelurahan yang berada di sepanjang aliran sungai, dan (4) Daerah yang terkena banjir/terdapat genangan air. Tujuan kedua adalah menyusun perencanaan yang sesuai terutama untuk area yang sangat beresiko dan beresiko. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara (interview) dengan masyarakat Kota Yogyakarta dan, pengamatan/observasi lapangan. Selain data primer, juga dikumpulkan data sekunder yaitu data yang diperoleh dari instansi pemerintahan yang terkait dengan sanitasi. Data-data yang diperoleh selanjutnya diolah dengan menggunakan software SPSS dan ArcGiss dan dianalisis dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif serta analisis spasial untuk mengetahui kondisi sanitasi wilayah secara keruangan. Hasil dari penelitian ini adalah area beresiko sanitasi Kota Yogyakarta yang dibagi ke dalam 3 area beresiko antara lain area beresiko sangat tinggi meliputi Kelurahan Klutren, Ngampilan, Matrijeron dan Prenggan. Area beresiko sedang antara lain Kelurahan Kricak, Brontokusuman, Bumijo, Pringgokusuman, dan Sorosutan. Area kurang beresiko antara lain Kelurahan Kadipaten. Berdasarkan kondisi ini, selanjutnya disusun program-program perencanaan pembangunan sanitasi khusunya untuk wilayah-wilayah yang sangat beresiko tinggi dan beresiko sedang sehingga dapat mengurangi keberadaan kawasan kumuh perkotaan serta mewujudkan kondisi sanitasi yang sehat di masa mendatang.

Date: 2012-09-12
References: Add references at CitEc
Citations: Track citations by RSS feed

Downloads: (external link)
https://osf.io/download/5a7d4c7ee83246000eeacd85/

Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.

Export reference: BibTeX RIS (EndNote, ProCite, RefMan) HTML/Text

Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:osf:inarxi:yq36v

DOI: 10.31219/osf.io/yq36v

Access Statistics for this paper

More papers in INA-Rxiv from Center for Open Science
Bibliographic data for series maintained by OSF ().

 
Page updated 2020-01-17
Handle: RePEc:osf:inarxi:yq36v