ANALISIS PERILAKU MENABUNG MASYARAKAT DALAM DEPOSITO PADA BANK SYARI’AH PASKA FATWA MUI TENTANG KEHARAMAN BUNGA
Saving Deposits in Bank Syari'ah After MUI Fatwa on Prohibition of Interest Rates
Muhammad Nizar
MPRA Paper from University Library of Munich, Germany
Abstract:
Sejak tahun 1992, perbankan syariah telah beroperasi secara paralel dengan perbankan konvensional dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga intermediari, baik dalam rangka pengumpulan dan penyaluran dana maupun kegiatan jasa perbankan lainnya. Dengan karakteristik produk dan jasa keuangan yang berbeda dari perbankan konvensional, keberadaan perbankan syariah telah membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menetapkan pilihan simpanan dan investasi dalam portfolio mereka. Salah satu produk yang ditawarkan perbankan syariah adalah deposito mudharabah. Studi ini mencoba mengkaji perilaku menabung masyarakat dalam deposito mudharabah dengan memperhatikan pengaruh bagi hasil yang ditawarkan deposito tersebut. Seiring dengan itu juga akan dianalisa dampak fatwa MUI tentang keharaman bunga terhadap perubahan perilaku menabung masyarakat dalam deposito bank syariah. Berdasarkan analisa yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan, dalam periode studi bagi hasil yang ditawarkan bank syariah bukan lagi merupakan faktor dominan yang memengaruhi perilaku menabung masyarakat dalam deposito. Namun dengan memecah periode studi menjadi dua periode untuk mengetahui dampak fatwa MUI ditemukan bahwa dalam periode sebelum fatwa MUI, perilaku menabung masyarakat dalam deposito bank syariah tidak terpengaruh dengan perubahan bagi hasil. Sementara itu, dalam periode setelah fatwa, pilihan masyarakat untuk menempatkan dana deposito pada bank syariah sangat dipengaruhi oleh perubahan bagi hasil. Merujuk pada hasil studi ini, kalangan perbankan syariah tidak cukup hanya mengandalkan pada pendekatan religius-emosional (halalharam) untuk mendorong minat menabung masyarakat. Pendekatan yang lebih profesional dengan memperhatikan rasionalitas nasabah juga harus digunakan. Selain itu, perbankan syariah perlu menawarkan produk-produk yang lebih inovatif tanpa mengabaikan aspek syari’ah compliance. Perluasan jaringan kantor dan perbaikan pelayanan adalah upaya lain yang tidak boleh diabaikan oleh perbankan syariah untuk menjaring jumlah nasabah yang lebih besar.
Keywords: akad; riba; fatwa; syariah compliance; profit-loss sharing; bagi hasil; wadi’ah; mudharabah. (search for similar items in EconPapers)
JEL-codes: E21 G21 (search for similar items in EconPapers)
Date: 2007
References: View references in EconPapers View complete reference list from CitEc
Citations:
Published in Jurnal Keuangan dan Moneter 3.10(2007): pp. 1-26
Downloads: (external link)
https://mpra.ub.uni-muenchen.de/65611/1/MPRA_paper_65611.pdf original version (application/pdf)
Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.
Export reference: BibTeX
RIS (EndNote, ProCite, RefMan)
HTML/Text
Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:pra:mprapa:65611
Access Statistics for this paper
More papers in MPRA Paper from University Library of Munich, Germany Ludwigstraße 33, D-80539 Munich, Germany. Contact information at EDIRC.
Bibliographic data for series maintained by Joachim Winter ().