Bisnis yang Mampu Bertahan di Era Resesi
Ibnu Nawawi
No 69kgv, OSF Preprints from Center for Open Science
Abstract:
Kondisi ekonomi dunia pada tahun 2023 akan memasuki masa resesi. Resesi adalah kondisi ekonomi sebuah negara yang sedang memburuk. Ditandai dengan adanya penurunan produk domestik bruto (PDB), meningkatnya pengangguran, serta pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut (OJK). Negara Indonesia saat ini tengah mewaspadai kenaikan suku bunga yang berpotensi menimbulkan gejolak pasar keuangan (Srimulyani,.2022). Kondisi ekonomi diberbagai negara telah mengalami tekanan inflasi global akibat kenaikan suku bunga yang begitu cepat. Selain inflasi beberapa pemicu terjadinya resesi pada 2023 mendatang diantaranya adalah after pandemic covid 19, perang Ukraina-Rusia yang mempengaruhi suplai bahan impor yang akhirnya memperngaruhi rantai pasok ekonomi global, dan terakhir kenaikan suku bunga bank yang begitu tinggi. Di Indonesia sendiri potensi ancaman resesi bagi perusahaan maupun dimasyarakat harus dipersiapkan seawal mungkin. Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak yang berkepanjangan akibat resesi itu sendiri
Date: 2023-01-22
New Economics Papers: this item is included in nep-cis and nep-sea
References: View complete reference list from CitEc
Citations:
Downloads: (external link)
https://osf.io/download/63ce8947d1a7b70477641b85/
Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.
Export reference: BibTeX
RIS (EndNote, ProCite, RefMan)
HTML/Text
Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:osf:osfxxx:69kgv
DOI: 10.31219/osf.io/69kgv
Access Statistics for this paper
More papers in OSF Preprints from Center for Open Science
Bibliographic data for series maintained by OSF (contact@cos.io).