VELOSITAS DIGITAL UANG: DAMPAK INOVASI PEMBAYARAN DIGITAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
Wishnu Badrawani,
Citra Amanda,
Meily Ika Permata,
Carla Sheila Wulandari,
Novi Maryaningsih,
Rinorsa Duane A,
Ridha Nur Huzaifah and
Adinda Diyah Ayu Permata Sari
Additional contact information
Wishnu Badrawani: Bank Indonesia
Citra Amanda: Bank Indonesia
Meily Ika Permata: Bank Indonesia
Carla Sheila Wulandari: Bank Indonesia
Novi Maryaningsih: Bank Indonesia
Rinorsa Duane A: Bank Indonesia
Ridha Nur Huzaifah: Bank Indonesia
Adinda Diyah Ayu Permata Sari: Bank Indonesia
No WP/16/2025, Working Papers from Bank Indonesia
Abstract:
Permintaan uang, yang sebelumnya menjadi indikator utama dalam kebijakan monetary targeting, mulai ditinggalkan oleh banyak bank sentral sejak dekade 1990an. Perubahan struktural dalam perekonomian dan kemajuan teknologi menjadi faktor utama dalam pergeseran ini. Meskipun demikian, jumlah uang beredar tetap dijadikan salah satu indikator pendukung dalam kerangka kebijakan moneter. Keterbatasan GDP nominal dalam merepresentasikan nilai barang dan jasa digital memberikan tantangan dalam perhitungan velositas uang di era digital. Penelitian ini memperkenalkan konsep baru mengenai velositas uang digital sebagai pengukuran peredaran uang dalam konteks ekonomi digital. Menggunakan data sistem pembayaran dari Bank Indonesia periode Januari 2006 hingga Desember 2024, penelitian ini menghitung velositas uang digital dengan mengagregasi nilai transaksi dari APMK, mobile banking, internet banking, dan uang elektronik. Metode Two-Stage Least Squares (2SLS IV) dan Autoregressive Distributed Lag (ARDL) digunakan untuk menjelaskan peran inovasi pembayaran digital dalam memengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui kecepatan uang digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pembayaran digital memengaruhi pertumbuhan ekonomi melalui tiga transmisi, salah satunya melalui kecepatan uang digital sebagai jalur konsumsi. Selain itu, data sistem pembayaran lebih efektif dalam menjelaskan kecepatan uang digital dibandingkan dengan kecepatan uang konvensional dalam ekonomi yang semakin terdigitalisasi. Oleh karena itu, Bank sentral dapat mempertimbangkan konsep velositas uang digital sebagai indikator pelengkap dalam kerangka kebijakan moneter. Kebijakan untuk industri sistem pembayaran ritel perlu difokuskan pada upaya mendorong transaksi digital, dengan penguatan manajemen risiko pada PJP/PIP yang diimbangi dengan literasi dan perlindungan konsumen.
Keywords: Kecepatan uang digital; data sitem pembayaran; pertumbuhan ekonomi (search for similar items in EconPapers)
JEL-codes: E41 E42 (search for similar items in EconPapers)
Pages: 38 pages
Date: 2025
New Economics Papers: this item is included in nep-mac
References: Add references at CitEc
Citations:
Downloads: (external link)
https://publication-bi.org/repec/idn/wpaper/WP162025.pdf First version, 2025 (application/pdf)
Related works:
This item may be available elsewhere in EconPapers: Search for items with the same title.
Export reference: BibTeX
RIS (EndNote, ProCite, RefMan)
HTML/Text
Persistent link: https://EconPapers.repec.org/RePEc:idn:wpaper:wp162025
Access Statistics for this paper
More papers in Working Papers from Bank Indonesia Contact information at EDIRC.
Bibliographic data for series maintained by Shinta Fitrianti () and Jimmy Kathon ().